Kosong

Bertengkar hebat, merasa iri hati, merasa kesal karena kebiasaan buruk salah satunya, merasa lebih baik dia gak ada di hidup kita, merasa gak penting banget tinggal sama dia, dan segudang perasaan lain yang intinya adalah “ihhh, males banget kalo ada dia”

Sekarang akhirnya aku ngerasain, saat memang kami harus jauh, ada ruang kosong yang gak akan bisa digantiin dengan yang lain bahkan belahan jiwa kita sekali pun.

Seandainya bisa memutar balik waktu…

Ikhlas

Kami sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi ketika hasilnya begitu jauh dari ekspektasi, maka kami pasti akan mencoba untuk ikhlas.

Tapi rasanya memang sangat sulit diterima ketika pada akhirnya kami tahu bahwa usaha yang kami lakukan ternyata dipermainkan.

Begitu banyak yang tertawa di atas jerih payah kami untuk usaha itu,
Begitu banyak yang dalam hati ternyata berkata “dasar bodoh” ketika kami dengan tulus memohon.

Jika sudah begini, kuatkah kami menunggu hingga ikhlas itu datang?

Meja Hijau

Hari itu rasanya memang sangat berbeda,
Ada yang membuat panas di hati, gelisah di pikiran, tapi tak tau apa.
Aku pun memutuskan diam di rumah, tak menghiraukan pesan atau pun panggilan yang masuk ke handphone ku.
Tapi panggilan dini hari mengejutkanku, kujawab dengan ragu dan terdengar suara salah satu teman meminta tolong karena kecelakaan.
Tak berpikir panjang, aku pun pergi dengan niat tulus menolong.

Enam bulan setelah hari itu,
Ada suara menghakimi di sudut kiri,
Ada tangis kesedihan di belakangku,
Ada bisik menghujat di segala sudut,
Ada suara ketegasan yang mengadiliku.

Begitu banyak yang kudengar di ruangan ini, tapi yang kupikirkan hanya satu, penyesalan…..

Si Sirip Kecil yang Bisu

Ini bukan tulisan saya… Tapi saya jatuh cinta karna tulisan ini. Meski saya tau bahwa tulisan ini tidak ditujukan ke saya ūüėÄ

 

Terlahir dengan satu sirip yang tak seimbang  tidak membuatmu menjadi penakut ,

Dan karena itulah aku menyukaimu,

Hingga aku pun mencoba menyertakanmu dalam setiap langkah harapku,

Kau saksikan aku tersenyum lepas  saat indah itu menyapa ,

Sampai pada beningnya air yang menetes membasahi sirip kecil itu,

Kau tetap saja membisu … Diam dalam senyum,

Tetapi ku sadari itulah kamu,

Yang tetap memahami tanpa harus berkata ,

Karena apa yang ingin aku tahu dan apa yang aku cari,

Terjawab dalam diri ku sendiri,

Sekarang aku merindukanmu,

Berharap hari itu datang untuk Aku dan Kamu …

[Tanda Seru]

Hhhhhh…..

Memang gak semua yang kita inginkan bakal jadi kenyataan. Bayangkan jika setiap orang yang ada di muka bumi ini selalu mendapatkan apa yang mereka mau. Pasti akan berantakan.

Jadi, coba yakini saja bahwa kegagalan yang kita dapatkan hari ini adalah untuk memberikan kebahagiaan bagi yang lainnya.

 

Everyday I’m falling in love

Enam bulan menikah dan setiap harinya aku jatuh cinta.

Jatuh cinta dengan ia yang tak pernah lupa memberikan kecupan sebelum atau di tengah-tengah tidurku,

ia yang dengkurannya bahkan menjadi nyanyian yang menyenyakkan tidurku,

ia yang selalu kulihat ketika pertama kali membuka mata di pagi hari…

Aku jatuh cinta lagi, setiap harinya, dengan orang yang sama, masih sama, dan akan selalu sama,

suamiku…

 

Penonton dan Pemeran Utama

Belakangan ini aku diperlihatkan banyak keajaiban hidup oleh-Nya. Aku hanya penonton, bukan pemeran utama dalam keajaiban hidup itu. Skenario-Nya begitu mengagumkan. Bibirku bahkan tak mampu mengucap. Mataku berkaca-kaca hingga air mata tak terbendung lagi. Ini bukan skenario tentang seorang yang patah hati. Ini murni kebahagiaan yang tercipta karna keajaiban-Nya.

Skenario itu mengingatkanku tentang kata banyak orang. Bahwa “terkadang Tuhan memang tak memberi yang kita inginkan, melainkan yang kita butuhkan”. Keikhlasan mungkin satu-satunya kunci menuju “kebutuhan” itu dan pada akhirnya kita tak hentinya akan bersyukur keinginan kita tak dipenuhi oleh-Nya.

Ada begitu banyak keinginanku saat ini. Menjadi pemeran utama dalam skenario keajaiban hidup yang baru saja aku lihat adalah yang paling aku inginkan. Tapi Tuhan menghendaki lain. Dia justru mengabulkan banyak keinginanku yang lain dan mengesampingkan satu hal yang paling aku inginkan itu.

Marah? Tidak…

Kecewa? Yaa…

Sedih? Pasti…

Tapi aku yakin, Dia hanya ingin aku memantaskan diri. Menjadi pemeran utama tak selamanya menyenangkan. Pasti akan ada jatuh bangun dalam setiap lakonnya. Saat ini aku lebih layak jadi penonton sehingga aku bisa lebih banyak belajar sambil “bermain”, karena ketika nanti aku dipilih-Nya menjadi pemeran utama, aku mungkin tak akan bisa bersantai ria seperti saat menjadi penonton.

Hari ini untuk selamanya

Jum’at, 3 Mei 2013…

“Maya tak berarti khayal, karena di dalamnya, diam-diam Tuhan meniupkan energi bernama cinta penuh realita berbentuk kita yang dihalalkan”

Bertemu kamu, bahkan tak pernah ada dalam pikirku. Semua masih menjadi misteri, hingga akhirnya hari ini pun tiba. Hari dimana kita berhasil melumpuhkan jarak, membenamkan kata mereka, dan menjadikan kita ada.

Alhamdulillah,,,
Tak ada kata yang bisa kami ucapkan selain puji syukur kepada-Nya karna telah mengantarkan kami pada satu fase hidup yang lebih tinggi, pernikahan. Masih ada banyak fase lagi di depan dan semuanya akan kami lewati bersama.

Tangan ini akan tetap saling menggenggam,
kaki ini akan tetap berjalan seirama,
mata ini akan selalu memancarkan binar penuh kasih,
bibir ini tak akan pernah jenuh menyatakan cinta,
raga ini akan terus saling menopang,
hati dan jiwa ini akan terus saling mengisi kasih sayang…

Semuanya, bersama, hingga lahir tangan-tangan kecil penerus, hingga akhir, hingga waktu yang lebih lama dari selamanya…

Posted from WordPress for BlackBerry.

Cintaku tak lagi di udara

Ini masih tentang aku. Lebih tepatnya tentang aku dan dia. Sepasang kekasih yang “bertemu” di dunia maya, dan sesekali bertatap muka di dunia nyata. Tak butuh waktu lama bagi kami untuk bisa saling mengisi. Berkenalan di akhir Januari 2012, bertemu langsung di bulan Mei, kemudian Agustus, kemudian September atau Oktober (aku lupa, haha :p ). Jarak antar pulau menjadi satu-satunya alasan mengapa kami jarang bertemu secara langsung.

Tapi itu semua sama sekali bukan penghambat bagi hubungan kami. Komunikasi adalah satu-satunya perekat hingga kami bisa sangat percaya diri mengaku sebagai pejuang LDR yang berhasil :3

Percakapan penting seringkali kami lakukan via bbm dan telepon, termasuk ajakan pernikahan. Mungkin banyak yang menilai ini gila. Bagaimana mungkin hal sepenting itu dibicarakan hanya lewat “udara”. Tapi ini berbeda, seakan ada yang menuntunku untuk bisa yakin padanya. Hingga akhirnya waktu yang dinanti itupun tiba.

7 Desember 2013, untuk pertama kalinya dia menginjakkan kakinya di rumahku. Hmmm… dan dia tidak sendiri. Dia bersama ayahnya. Bukan kunjungan biasa, melainkan melamarku. Semua yang kami bicarakan di udara bukan omong kosong. 9 Desember 2013, kami bertunangan.

Ahhh, waktu…
Cinta bukan hanya masalah kata dan rasa, tapi juga fakta. Dan kami berhasil membuktikannya.

*postingan yang sangat amat terlambat. Sudah di”draft” dari Desember, tapi baru dipublish justru setelah pernikahan. Gakpapa deh, #dibuangsayang* =D

Posted from WordPress for BlackBerry.